Bupati Bagikan Sertifikat Prona dan Proda

SIMBOLIS - Bupati Kebumen menyerahkan sertifikat Prona dan Proda kepada warga di Balai RW Dusun Eksodan, Tanggulangin, kemarin (foto Samsul Huda)

TANGGULANGIN – Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad secara simbolis membagikan sertifikat tanah kepada para pemohon dari Desa Tambakprogaten dan Tanggulangin yang mengajukan Program Stategis Nasional (Prona) dan Program Strategis Daerah (Proda) di Balai RW, di Dusun Eksodan, Tanggulangin, Senin, 29/1 kemarin.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Pertananan Kebumen, Santoso, Kapolsek Klirong, AKP Diyono dan kepala desa Tanggulangin dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan pemberian sertifikat hak atas tanah ini merupakan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan melalui legalisasi aset tanah, baik milik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun milik warga,” kata Yahya Fuad.

Menurutnya, dengan memiliki sertifikat tanah, masyarakat memperoleh banyak manfaat. Di antaranya sebagai bukti pemilikan hak atas tanah, dan memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas tanah sebagai pemilik tanah. Memudahkan apabila melakukan peralihan hak, serta mencegah timbulnya konflik atas tanah tersebut.

Kepala Kantor Pertanahan Kebumen, Santoso, mengungkapkan pada tahun 2018 mendatang, Kabupaten Kebumen mendapatkan target 55.000 bidang untuk disertifikat melalui Prona. Jumlah tersebut terbanyak di Jawa Tengah.

“Jumlahnya masih bisa bertambah banyak, jika ada kabupaten kota lainnya yang tidak mencapai target,” terang Santoso, disela-sela kegiatan.

Santoso membeberkan, Kantor Pertanahan Kebumen telah berkontribusi kepada Pemkab Kebumen melalui penerimaan bea Perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) selama kurun waktu lima tahun terakhir sebesar Rp 18,317 miliar lebih. Sedangkan untuk kas negara melalui pph sebesar Rp 24,545 miliar lebih.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerangkan secara simbolis 9 sertifikat yang dikhususkan untuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mengajukan melalui Proda. Selanjutnya pemohon yang mengajukan melalui Prona akan dibagikan oleh petugas di desa pemohon.

“Ada 9 pemohon UKM dari proda, sedangkan pemohon prona ada 200 dan semuanya dari Desa Tambakprogaten. Nantinya akan dibagikan oleh petugas di desa masing-masing,” terang Kepala Desa Tanggulangin, Sumpardan, kemarin.(adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan