Tandai Jalan Berlubang, Bentuk Solidaritas Dengan Cat Semprot

SEMANGAT - Dengan alat sederhana dan dengan penerangan lampu dari sepeda motor, mereka menyusuri jalan untuk menandai jalan berlubang (foto/Gusro)

TAMBAKPROGATEN – Beragam cara dilakukan sebagai perwujudan bentuk rasa solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan, seperti yang dilakukan pemuda Tambakprogaten. Bermodal cat semprot, mereka mewujudkan hal tersebut. Cat semprot yang mereka beli “patungan” digunakan untuk menandai jalan berlubang di jalur alternatif Jogjakarta – Cilacap via Jalan Daendles yang melintas di desa mereka Minggu (21/1) malam kemarin.

Yuliko, 22 salah satu pemuda mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengendara, khususnya sepeda motor. Kondisi jalan berlubang tersebut menurutnya cukup berbahaya, kondisi lubang yang cukup dalam dan tidak terlihat bisa mengancam keselamatan pengendara.

“Beberapa hari lalu ada pengendara sepeda motor jatuh karena menghindari lubang, untung tidak luka serius, hanya sepeda motornya rusak berat karena tertabrak mobil dari arah berlawanan,” terang Yuliko.

Kondisi jalan yang padat dan banyak pengendara yang memacu kendaraannya dengan kencang karena kondisi jalan lurus menjadikan kondisi jalan berlubang bisa menjadi ancaman serius. Tidak terlihatnya lubang dari kejauhan, karena kondisi jalan lainya cenderung baik, menjadikan pengendara melaju kencang dan kaget dan melakukan pengereman mendadak.

“Lha ini yang berbahaya, karena lubang cukup dalam. Namun hanya ini (memberi tanda dengan cat – red) yang bisa kami lakukan, untuk mengantisipasi dengan memberikan tanda terhadap jalan berlubang, biar bisa terlihat dari jauh,” ujar pemuda yang masih terdaftar disalah satu perguruaan tinggi di Semarang itu.

Ditambahkan Rojak, 32 yang juga ikut dalam kegiatan malam itu, aksi ini baru dilakukan disepanjang jalan yang melintasi desanya. Untuk kondisi lubang di jalan tersebut beragam, menurutnya ada sekitar 20 an lebih lubang yang ditandai dengan kedalaman yang berbeda. Belum adanya penerangan, lanjutnya menjadikan potensi bahaya menjadi lebih meningkat pada malam hari.

“Kedalaman beragam mulai dari 10-20 cm, tapi itu cukup berbahaya jika dilalui sepeda motor, apalagi kalau malam, kondisinya jalannya gelap,” pungkasnya. (Gusro/adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan