Rebana Ibu-Ibu PKK, Hiburan Sekaligus Dakwah

SEMANGAT - Walaupun dengan "panggung" seadanya grup rebana "Al Firdaus" PKK Desa Tambakprogaten tampak semangat malam kemarin (Foto Yuliko)
PERFORMACE – Ibu-Ibu PKK yang tergabung dalam grup rebana sedang tampil perdana dirumah salah seorang warga, Minggu 7/1 kemarin (Foto Yuliko)

TAMBAKPROGATEN – Alunan shalawat diiringi dengan alunan musik tradisional berkumandang di tengah gerimis. Ibu-ibu PKK Desa Tambakprogaten dan beberapa orang lainnya yang terbentuk dalam sebuah grup rebana “Al Firdaus” nampak fasih menyanyikan beberapa lagu bernuansa Islami di rumah salah seorang warga yang sedang menikahkan anaknya, Minggu malam 7/1 kemarin.

Grup musik ini mayoritas anggotanya merupakan istri perangkat desa dan orang-orang yang terlibat dalam kelembagaan desa. Belum lama terbentuk, sedikit berpengaruh terhadap penampilan mereka, terdengar beberapa irama yang kurang pas dengan vokal atau organ tunggal yang mengiringi penampilan mereka malam itu.

“Grup (rebana-red) ini baru terbentuk, belum ada satu bulan, mayoritas anggotanya baru mengenal alat-alat rebana jadi ya belum begitu menguasai,” kata ketua grup, Utama Indriyani kemarin.

Penampilan malam itu, merupakan “panggung” pertama mereka semenjak terbentuk. Selama ini, lanjutnya mereka mengasah kemampuan memainkan alat musik yang dulunya digunakan para sahabat nabi menyambut rombongan usai perang, dengan menggelar latihan rutin yang digelar di balaidesa.

“Kita menggelar latihan dua kali seminggu, pembimbingnya salah satu warga yang dulu sempat tergabung dalam grup rebana pemuda,” lanjut Utami yang juga menjabat sebagai ketua PKK desa Tambakprogaten.

Kedepannya, lanjut ibu dua orang anak tersebut mengatakan, selain untuk memberikan ruang positif bagi ibu-ibu PKK, keberadaan grup rebana tersebut juga dapat bermanfaat dan bisa memberikan hiburan bagi masyarakat. Saat ini jelasnya, tujuan utama grup ini memberikan hiburan sekaligus syiar dengan bersama-sama melantunkan shalawat dan lagu-lagu dakwah dalam setiap penampilannya.

“Selain bisa menghibur dengan lagu-lagu islami yang kami bawakan, ini juga menjadi media syiar,” tegasnya.

Marsino, 38 warga yang malam itu menggelar pertunjukan tersebut cukup terhibur. Dengan adanya penampilan grup rebana tersebut bisa menjadi hiburan dan ajang melepaskan lelah beberapa warga yang telah membantu acara dirumahnya.

“Bisa menjadi hiburan, terutama bagi yang “Njubus” (membantu kegiatan hajatan dalam bahasa jawa-red),” ujarnya.(adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan