Menjemput Barokah dengan Mujahadah

RUTIN - Pengurus Ranting NU Desa Tambakprogaten sedang mengadakan pertemuan rutin di rumah salah satu anggotanya (foto Ahtar)

TAMBAKPROGATEN – Sebagai ajang silaturahmi, dan membina keakraban antar anggota, Pengurus Ranting Nathadul Ulama (NU) Tambakprogaten mengadakan pertemuan rutin. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Kamis Legi, diikuti puluhan orang anggotanya, diisi oleh tahlil dan mujahadah berlangsung di rumah M Rubangi, salah satu anggotanya, Kamis 8/12.

M Rubangi yang juga menjadi Kepala Dusun (Kadus) I mengatakan selain mempererat silaturahmi dengan anggotanya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada sang pencipta. Selain itu, lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga sebagai pertanda kecintaan umat kepada sang pemimpinnya.

“Selain meningkatkan ketaqwaan, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi antar pengurus, kegiatan ini rutin dan bergilir di rumah anggota,” katanya.

Kyai Ahmad Suhudi dalam tauziahnya mengajak peserta untuk banyak bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat. Selain untuk mengingat keteladannya, dengan solawat juga akan selalu mengingatkan kita terhadap perilaku dan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Ini adalah perwujudan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW. Tepat dengan momentum saat ini yaitu bulan Rabiul Awal (Mulud) dimana sang Revolusioner Dunia dilahirkan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan mujahadah merupakan suatu kajian yg dapat dijumpai dalam ilmu tasawuf yang berasal dari kata “Jihad” yang memiliki arti sungguh-sungguh menanggapi kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT Tuhan semesta alam.

“Dalam QS Al Ankabut : 69 dijelaskan “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada meraka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang baik,” jelasnya

Dalam kegiatan rutinan malam itu turut hadir para Kyai, guru mengaji dan warga di sekitaran rumah berlangsungnya acara. Dengan diawali bacaan surat Al Fatihah kemudian diteruskan rangkaian dzikir dan sholawat nabi.(ahtar/adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan