KADES : Masih Bisa Dilalui Roda 2, Belum Perlu Jembatan Darurat

NGGANTUNG - Posisi pondasi jembatan yang nggantung, dan berbahaya jika terus dilalui (foto :Agus Ahmad)
NEKAD – Warga tetap lewat jembatan amblas kendati membahayakan (foto :Agus Ahmad)

TAMBAKPROGATEN – Masih bisa digunakan untuk akses kendaraan roda dua. Pembuatan jembatan darurat dirasa belum mendesak dilakukan. Saat ini Jembatan Kaliaren, Dukuh Progaten Wetan, Desa Tambakprogaten yang amblas, Kamis 30/11 hanya dilakukan pengurukan dengan pasir.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Tambakprogaten, Muslikhudin kemarin. Saat ini untuk mengurangi cekungan akibat satu sisi jembatan ambles, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan pengurukan dengan menggunakan pasir.

“Jembatan masih bisa dilalui roda dua, jadi jembatan darurat belum dulu,” katanya saat dihubungi lewat telepone kemarin (7/12).

Saat ini, pihaknya masih menunggu kabar dari DPU. Terkait apakah akan langsung dilakukan perbaikan atau akan dibuatkan jembatan darurat, pihaknya belum bisa memastikan. Pihaknya hanya menegaskan terkait perbaikan jembatan tersebut diserahkan ke DPU.

“Kemungkinan sih dibuatkan jembatan darurat, namun karena masih bisa dilewati kendaraan roda 2 jembatan darurat juga belum dibuat,” terang bapak dua anak ini.

Ditemui terpisah, salah satu warga mengatakan walaupun sudah dilakukan pengurukan dengan menggunakan pasir, jembatan tersebut tetap berbahaya untuk dilalui. Kondisi pondasi jembatan ambrol karena sebagian terkikis air sungai, menjadi salah satu penyebabnya.

“Kalau lihat ke bawah jembatan ngeri, pondasi jembatannya kayak nggantung,” ujar Agus.

Jembatan tersebut tidak hanya digunakan oleh warga Tambakprogaten, desa sekitar seperti Pandanlor, Tanggulangin juga menggunakan akses tersebut saat hendak ke kantor kecamatan atau desa di utara desa tersebut.

Meskipun jembatan mengalami kerusakan yang memerlukan perbaikan sesegera mungkin, tetapi jembatan masih digunakan masyarakat. Hal ini dikarenakan akses jalan yang melalui jembatan lebih cepat dibandingkan jalan lainnya.

“Saya tahu jembatan ini rusak dan tidak seharusnya dilewati, karena sewaktu- waktu bisa membahayakan, tetapi apa daya ini jalan tercepat untuk mengakses sekolah saya, daripada jalan lain yang harus memutar dan jalannya belum diaspal”, ujar Diki salah satu pengguna jalan untuk akses sekolah.

Sulaiman, warga Tanggulangin menambahkan, mengingat pentingya akses jalan jembatan tersebut pihaknya berharap segera ada perbaikan. Dirinya juga menyadari kendati membahayakan, namun dirinya memilih masih melewati jembatan tersebut.

“Mau tidak mau tetap lewat jembatan itu (Jembatan Kaliaren-red), bahaya memang, jika saya amati dari hari kehari, amblasnya kian parah,”jelasnya.(hadi/adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan