Pasca Jembatan Ambles, Perlu Jembatan Darurat dan Normalisasi Sungai

DILARANG MELINTAS - Walaupun sudah dipasang larangan melintas, masih ada warga yang nekad dan melintasi jembatan yang amblas kemarin (foto Agus Ahmad)

TAMBAKPROGATEN – Amblesnya jembatan Kaliaren, di Dusun Progaten Wetan yang menghubungkan Desa Tambakprogaten dan Bendogarap ini menjadi perhatian banyak pihak. Selain meminta untuk segera dilakukan perbaikan, solusi untuk mengembalikan fungsi sungai kecil yang memanjang dan melintasi beberapa desa ini dianggap menjadi salah satu hal yang harus dipikirkan.

Ngalip Mangunkarto, tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan mengatakan, mengingat pentingnya jembatan tersebut karena menjadi jalur utama penghubung Tambakprogaten dengan desa yang terletak disebelah utara, perbaikan jembatan tersebut harus menjadi prioritas.

“Kalau memang tidak bisa segera diperbaiki, minimal ya di buat jembatan darurat, sehingga aktifitas warga kembali normal,” pintanya.

Pihaknya juga menyanyangkan tidak adanya anggaran tanggap bencana, menurutnya anggaran tersebut sangat penting, sebagai antisipasi darurat jika terjadi bencana.

“Pemdes bisa langsung bertindak jika terjadi kejadian luar biasa seperti ini (jembatan ambles-red) jadi aktifitas warga tetap berjalan normal,” terangnya.

Selain diperbaiki, lanjutnya kedepannya normalisasi aliran sungai dianggap penting. Menurutnya saat ini banyak sungai kecil atau yang masyarakat pedesaan lazim disebut kali ini kehilangan fungsi aslinya. Salah satunya jembatan yang ambles kemarin, karena tidak lancarnya arus air yang bermuara ke sungai Lukulo ini menyebabkan terkikisnya tanah disekitar jembatan tersebut.

“Jalur airnya tersendat, debit air memang tidak terlalu deras, namun karena jalurnya (jalan air -red) tersendat lama kelamaan menjari jalur lain dan mengikis pondasi jembatan,” kata mantan sekdes tersebut.

Lebih lanjut pria yang rambutnya sudah memutih ini menambahkan, normalisasi sungai menjadi bagian tidak kalah penting selain membangun kembali jembatan yang ambles tersebut. Untuk melaksanakan hal tersebut, pihaknya meminta Pemdes untuk berkoordinasi dengan desa disekitarnya.

“Aliran air sekarang terhambat, banyaknya bekas tanaman jeruk yang dibuang ke sungai menjadi salah satu penyebabnya. Mengingat sungai tersebut memanjang dan berada di beberapa desa, pemdes perlu berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemdes Tambakprogaten belum bisa mengambil tindakan, tidak adanya anggaran tanggap darurat menjadi salah satu alasan. Pihak Pemdes sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membahas rusaknya jalur penghubung Tambakprogaten dan Bendogarap.

“Kita belum mempunyai pos anggaran cadangan untuk tanggap darurat bencana, insya alloh tahun depan kita akan alokasikan. Agar sewaktu-sewaktu ada kejadian bencana kita bisa langsung bertindak,” terangnya.

Terkait kapan waktu tindakan rehab maupun pembuatan jembatan darurat, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kita masih menunggu, nanti jika mereka (pemkab-red) akan mengambil langkah, pasti akan menghubungi pihak desa,” tegasnya.(Gusro/adm)

Facebook Comments

Kegiatan Mendatang

Tidak ada kegiatan mendatang.

1 Comment

  1. Mnrt ku si untuk pos cadangan anggaran bencana jngn thn dpn klo bs mulai skrng dn secepatnya udh di kondinasikan sm pmrth ds dan pemkot.

Tinggalkan Balasan