Pemetaan, Referensi Pembangunan Desa

SIAP TERBANG - Tim pemetaan PSP3-LPPM IPB merakit drone yang akan digunakan mengammbil gambar udara desa Tambakprogaten kemarin.

TAMBAKPROGATEN – Pemetaan memegang peranan penting dalam pengembangan desa dan kawasan. Selain untuk akurasi data mengenai kondisi geografis dan potensi yang ada di desa dan kawasan sekitarnya. Data yang tersaji melalui peta yang akurat juga diharapkan bisa menjadi salah satu acuan untuk menentukan arah pembangunan di desa.

Hal itulah yang mendasari Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) melakukan pemetaan di lapangan desa Tambakprogaten, beberapa waktu lalu. Terdiri dari tim beranggotakan dua orang, mereka mengambil citra satelit dan foto udara menggunakan drone yang diterbangkan di lapangan setempat.

“Kita akan mengambil citra satelit yang nantinya dan kita olah menjadi data spasial yang nantinya akan memuat data tentang kondisi terkait batas desa, batas adminitrasi serta pemanfaatan lahan,” kata koordinator tim pemetaan PSP3-LPPM IB La Elson, kemarin.

Dengan menyajikan data riil tentang kondisi topografi desa dan jenis pemanfaatan lahan, ujar pria kelahiran Sulawesi ini, nantinya bisa dimanfaatkan pihak desa dalam merencanakan kebijakan yang terkait arah rencana pembangunan desa kedepan.

“Dengan mengetahui kondisi riil, potensi desa dapat terpetakan dan nantinya bisa menjadi acuan untuk arah pembangunan desa kedepan,” terangnya.

Untuk kedepannya, pihaknya berharap agar pihak desa nantinya bisa melakukan pemetaan secara mandiri. Selain mengambil citra satelit dan menentukan terkait potensi desa dan lahan, mereka bisa mengolah menjadi sebuah data spasial yang akan menyajikan data terbaru mengenai desa.

Balaidesa dari udara (dok tim pemetaan)

“Di Tambakprogaten, ada penyuluh yang nantinya akan melakukan pendampingan terkait pengembangan sistem desa dan kawasan, salah satunya pemetaan. Diharapkan mereka (desa-red) nantinya bisa menyusun data spasial, mulai dari proses pengambilan sampai pengolahannya. Nantinya pasti kan ada update data, jika bisa melakukannya sendiri, data baru terus tersaji,” terangnya.

Ditambahkan tim pemetaan dari PSP3 -LPPM IPB lainnya, Rizky Aidil Perdana Putra, proses pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan drone. Pesawat tanpa awak tersebut akan mengitari desa untuk mengambil gambar kondisi desa saat ini.

“Data yang diambil pesawat inilah yang nantinya akan kita olah melalui aplikasi khusus yang nantinya bisa menjadi data yang bisa diakses seluruh masyarakat,” terang pria yang akrab dipanggil Aidil ini.

Lapangan desa Tambakprogaten (dok tim pemetaan)

Untuk prosesnya, lanjutnya, drone akan diatur melalui sistem sehingga akan terbang sesuai dengan jalur yang telah ditentukan.

“Mereka (drone-red) akan terbang dengan auto pilot, kita sebelumnya telah memasukan jalur kedalam sistem, sehingga drone akan terbang sesuai jalur yang telah ditentukan,” pungkas pria berkacamata ini.(adm)

Desa Tambakprogaten dari udara (dok tim pemetaan)
Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan