DBT, Ilmu Baru Aparatur Desa

SOSIALISASI
agus

TAMBAKPROGATEN – Masyarakat menyambut baik keberadaan Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017. Dengan adanya akses internet gratis di desa, diharapkan nantinya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan bisa merimbas positif terhadap masyarakat. Selain bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia dikarenakan kemudahan akses informasi, keberadaan program ini juga nantinya berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat dengan lebih tergalinya potensi yang ada di desa.

Hal tersebut diungkapkan kepala desa Tambakprogaten, Muslikhudin saat membuka sosialisasi DBT 2017 di aula balaidesa setempat, Senin, 18/11 kemarin. Pihaknya berharap program yang diberikan oleh Kominfo dan beberapa stakeholder terkait lainnya bisa berjalan.

“Jajaran pemdes siap untuk berproses, dan terus belajar demi tata kelola pemerintahan yang lebih baik yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” katanya kemarin.

Pihaknya juga meminta aparatur yang ada di desa untuk lebih fleksibel untuk mengikuti segala kebijakan yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan desa.

“Ini ilmu baru, aparatur desa harus terus belajar, terutama yang ditunjuk menjadi operator untuk menjalankan program DBT melalui aplikasi yang telah diberikan,” lanjutnya.

Pihaknya berharap kepada penyuluh DBT 2017 untuk terus mendampingi operator yang ditunjuk, koordinasi sangat diperlukan sampai pelaksana yang nantinya akan mengaplikasikan kegiatan tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Penyuluh DBT 2017, Bhekti Wira Utama mengatakan, setelah akses internet gratis bisa diakses masyarakat. Ada tugas utama yang nantinya akan menjadi tanggung jawab jajaran pemangku kepentingan yang ada di desa yaitu pemdes.

“DBT 2017 salah satu aplikasi yang nantinya di gunakan adalah sideka (Sistem Desa dan Kawasan-red), dan pemdes nantinya akan bertanggung jawab dalam pengaplikasiannya, dengan menunjuk orang-orang yang berkompeten untuk menjalankanya,” katanya.

Sideka itu sendiri, lanjutnya merupakan platform tata kelola desa. Aplikasi tersebut nantinya akan digunakan untuk memudahkan desa mulai dari pendataan penduduk, pemetaan dan penganggaran. Selain itu, terangnya sideka nantinya akan tersingkron dengan website yang akan menjadi portal resmi desa.

“Ini nantinya akan memudahkan aparatur desa, tata kelola kependudukan, mulai dari pendataan dan pelayanan bisa dalam satu aplikasi, selain itu penganggaran dan pemetaan yang nantinya akan muncul dalam website resmi desa,” terangnya.

Selain memudahkan kinerja perangkat desa, lanjutnya keberadaan aplikasi tersebut juga sebagai wujud bentuk transparansi pemdes.

“Semua lapisan masyarakat nantinya bisa mengakses informasi dan ikut mengawasi kegiatan yang ada di desa,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut dihadiri semua perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, unsur pemuda, perwakilan puskesmas Klirong II, SD dan pendamping lokal desa (adm)

 

Facebook Comments

Kegiatan Mendatang

Tidak ada kegiatan mendatang.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan