Karnaval Pahlawan

foto ist

TAMBAKPROGATEN – Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol berada di barisan paling depan, ratusan pengiring berjajar rapi dibelakangnya. Namun itu bukan rombongan pasukan yang akan maju dimedan perang, tokoh dua orang pahlawan nasional tersebut juga merupakan tokoh fiktif yang diperankan oleh Kepala Desa Tambakprogaten, Muslikhudin dan Pj Sekretaris desa mereka Supriyono, sedangkan pasukan dibelakangnya adalah masyarakat yang berpartisipasi dalam karnaval yang diadadakan beberapa waktu lalu.

Antusias warga sangat kentara, tak mau kalah dengan para perangkat desa, mereka mempercantik diri dengan pernak pernik, baik yang menempel di badan maupun yang disematkan di tunggangan mereka, walaupun hanya menggunakan sepeda tampilan mereka tidak kalah dari pemimpin rombongan yang menunggang kuda.

“Kita hampir satu minggu mempersiapkan untuk karnaval ini,” kata salah peserta karnaval, Basuki.

Basuki, yang tinggal di Dusun Progaten menyulap sepeda onthel nya menjadi mobil, dengan berbahan kantong semen yang membungkus kerangka yang dia buat menyerupai mobil pemadam kebaran. Sedangkan rangkanya sendiri dia buat menggunakan bambu.

“Proses pembuatnya dibantu sama teman-teman, yang penting ikut perpartisipasi dan memeriahkan acara,”lanjutnya.

Diterangkan Kepala Desa, Muslikhudin, karnaval  kostum dan diiringi sepeda hias tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan  RI ke-72. Seluruh perwakilan RT dan RW se-Desa Tambakprogaten ikut berkeliling mengitari desa setempat. Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan iring-iringan tersebut.

Kita sengaja memvisualisasikan sosok para pahlawan dalam karnaval kali ini dengan menggunakan kostum para pahlawan nasional dan para pejuang untuk mengingatkan warga Tambakprogaten khususnya kepada jasa-jasa para pahlawan,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga ingin menggelorakan kembali spirit perjuangan kepada generasi masa kini dalam mengisi kemerdekaan RI melalui karnaval. (adm)

Facebook Comments

Kegiatan Mendatang

Tidak ada kegiatan mendatang.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan