Gotong Royong, Kearifan Lokal Yang Harus Dilestarikan

TAMBAKPROGATEN –  Waktu menunjukan pukul 22.30, dinginnya udara menambah kuat kesan malam telah larut.  Tidak seperti suasana perkotaan,  tidak terdengar bising kendaraan lalu lalang,  hanya ada beberapa binatang malam saling sahut menyahut, sangat khas suasana pedesaan.

Malam itu, 7/11 berbeda,  walaupun telah larut,  terlihat puluhan warga desa masih berkumpul.  Komplek makam yang oleh warga disebut sebagai makam Mbah Kyai Wayah menjadi pilihan, kali ini bukan untuk ziarah kubur atau acara sejenisnya,  puluhan warga yang semuanya laki-laki terlihat sibuk merenovasi makam yang diyakini warga menjadi sesepuh desa.

“Ini adalah swadaya masyarakat,  mereka secara sukarela, bahu membahu bersama sama gotong royong, “kata Plt Sekdes Supriyono yang ikut hadir malam itu.

Secara pribadi maupun atas nama desa pihaknya memberikan apresiasi atas rasa saling memiliki,  kebersamaan yang diwujudkan dalam semangat gotong royong untuk mewujudkan apa yang menjadi kesepakan warga.

“Ini wujud rasa kebersamaan yang dimiliki warga, patut diapresiasi dan dilestarikan, ” lanjutnya.

Ditambahkan kepala dusun II, Sujilin pembangunan makam yang terletak di wilayah dusunnya ini murni dari keinginan warga. Kegiatan itu sendiri sudah berlangsung dua hari dimulai hari selasa, 6/11 dan direncanakan selesai dua hari kedepan.

” Ini hasil dari musyawarah warga, mereka ingin agar lantainya di keramik,  “jelasnya.

Untuk anggarannya,  lanjutnya berasal dari warga yang secara sukarela memberikan baik berupa material maupun tenaganya. Pihaknya juga tidak merinci secara pasti total anggaran yang diperlukan untuk melakukan rehab tersebut.

” Semuanya berperan dengan cara yang berbeda, dan ini yang tak ternilai, “lanjutnya.

Sesepuh desa,  Kyai Nasikhin yang malam itu juga hadir,  menjelaskan,  makam tersebut merupakan petilasan mbah kyai wayah,  menurut informasi yang didapatnya,  Kyai wayah merupakan menantu dari Sunan Bayat. (bhe)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan